Tampilkan postingan dengan label Armada Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Armada Militer. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2016

UDAR UCGV: ROBOT TEMPUR LAPIS BAJA DARI PLATFORM TANK AMFIBI BMP-3





Boleh dibilang platform ranpur amfibi BMP-3 cukup sukses di pasar ekspor maupun di dalam negeri Rusia. Setelah meluncur dalam wujud IFV (Infantry Fighting Vehicle) BMP-3F, kemudian ada SPM (Self Propelled Mortar) 2S31 Vena, dan terakhir dalam wujud APC (Armoured Personnel Carrier) BT-3F, kini BMP-3 dikembangkan sebagai robot tempur yang dioperasikan tanpa awak, semua serba otomatis dalam proyek “Udar” Unmanned Combat Ground Vehicle (UCGV).

Udar yang dalam bahasa Inggris berarti “Strike” dikembangkan oleh Kovrov-based VNII Signal scientific-research institute, ranpur ini dirancang dengan teknologi fully autonomous robotic system. Oleh pengembangnya, Udar UCGV difungsingkan sebagai wahana untuk mendukung misi fighting and reconnaissance. Berangkat dari platform tank battle proven, diharapkan Udar dapat berlaku sebagai ‘drone darat’ yang sanggup melibas medan berat dengan perlindungan maksimal.
Debut Udar UCGV pertama kali diperkenalkan dalam ajang Innovation Days 2015 Defense Exhibition yang digelar Kementerian Pertahanan Rusia, bulan Oktober tahun lalu. Dalam eksibisi tersebut, Udar sukses melakukan demonstrasi gerakan dan penembakkan. Terkait potensi pemasaran, Udar dirancang dengan kubah modular, sehingga tak sulit untuk dipasangkan berbagai jenis senjata, mulai dari senapan mesin/kanon RCWS (Remote Control Weapon System) dan rudal anti tank sudah disiapkan settingan-nya.

UDAR_UCGV_unmanned_combat_ground_vehicle_BMP-3_infantry_fighting_vehicle_Russia_Russian_defense_industry_003


Lebih hebat lagi, VNII Signal berencana untuk menyempurnakan Udar dengan teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI). Yang pada akhirnya, robot ranpur ini dapat menjalankan operasi secara mandiri, mampu melakukan analisa combat environment dalam automatic mode.

Dalam prototipe yang diperlihatkan pada foto diatas, kombinasi senjata yang diusung Udar UCGV tergolong sangat lethal. Di kubahnya terdapat kombinasi kanon otomatis 2A42 kaliber 30 mm, kemudian ada senapan mesin Kalashnikov PKTM kaliber 7,26 x 52 mm, dan tidak lupa ada empat peluncur rudal anti tank 9M133M-2 Kornet-M. Sistem senjata pada kubah ini mengusung platform RCWS yang dipasok sistemnya oleh Tula based Instrument Design Bureau.

Sadar akan bahaya jamming frekuensi dalam pertempuran, Udar juga bakal disematkan perangkat penunjang electronic warfare. Perlu dicatat, meski Udar UCGV beroperasi full autonomous, namun pengembang juga menyiapkan plan B, yakni jika instrumen elektronik macet, ranpur ini bisa kembali ke control manual, yang artinya bisa diawaki oleh prajurit. (Haryo Adjie)

http://www.indomiliter.com/udar-ucgv-robot-tempur-lapis-baja-dari-platform-tank-amfibi-bmp-3/

Inilah Kapal Interceptor Dengan Kecepatan 50 Knot - LURSSEN VSV 15






Alutsista - Mungkin banyak orang mengira bahwa kapal patroli tercepat ada di armada TNI AL, pasalnya di TNI AL ada Satuan Kapal Cepat (Satkat) yang menaungi jenis KCR (Kapal Cepat Rudal) dan KCT (Kapal Cepat Torpedo). Ditambah lagi Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) punya X38 Combat Boat. Namun fakta sebenarnya kapal patroli tercepat justru ada di Satuan Bea Cukai Kementerian Keuangan.

Jika ditelaah, armada kapal dari Satkat dan Satuan Kapal Patroli (Satrol) TNI AL, punya kecepatan maksimum di kisaran 30 knot. Sementara X38 Combat Boat milik satuan elite Kopaska, kecepatan maksimumnya 40 knot. Dan kesemuanya ‘tumbang’ saat harus berhadapan dengan Lurssen VSV 15 buatan Lurssen Werft, Jerman. Nama Lurssen sendiri sudah tak asing, pasalnya galangan kapal inilah yang berlaku sebagai principal atas desain kapal patroli seri FPB-57. Sementara banyak publik yang belum tahu bahwa selain FPB-57, nyatanya Lurssen masih sangat eksis di dunia perkapalan Tanah Air.

speed-boat-bea-cukai-vanpire-VSV--15-Bea-Cukai-(Evanezar-H)

Lurssen VSV 15 memang bukan kapal patroli biasa, desainnya mengacu pada model VSV (Very Slender Vessels) menjadi desain kapal ini begitu pipih dan terkesan runcing. Desain ini sekilas mengingatkan pada KCR Klewang Class yang dibangun PT Lundin Industry Invest (NorthSeaBoats). Dalam pakem pasukan elite Inggris SAS (Special Air Service), model kapal jenis ini juga disebut ultra high speed boat. Karena VSV pada hakekatnya disasar lebih untuk tugas sebagai interceptor, melakukan perburuan, penyergapan sampai infiltrasi. Bahkan Korea Utara di tahun lalu sempat terendus sedang melakukan uji coba VSV yang disinyalir punya kemampuan stealth.

4098526_20130628090319

Nah, tentang Lurssen VSV 15 secara spesifikasi punya kecepatan maksimum 50 knot (setara 92,6 km per jam), sementara kecepatan jelajahnya 30 knot (setara 55,5 km per jam). Sungguh kecepatan yang luar biasa untuk ukuran wahana yang melaju di permukaan laut. Selain harus ditunjang bodi super streamline, material pada kapal juga harus dirancang khusus untuk menahan impact yang begitu keras dari air dan angin, untuk itu Lurssen VSV 15 dilengkapi bahan kevlaar, yang juga membuat lambung kapal jadi anti peluru dan mampu ‘memecah’ gelombang tinggi.

Lurssen VSV 15 dirancang oleh biro desain Paragon Mann, secara keseluruhan kapal ini punya panjang 16 meter dan lebar 2,9 meter. Dirunut dari kehadirannya, Lurssen VSV 15 bukan lagi barang baru bagi Korps Bea Cukai, kapal dengan kapasitas lima penumpang ini datang di Indonesia dengan cara dirakit pada tahun 1999, kemudian mulai bergabung dengan Armada Barat Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Tanjung Balai Karimun pada tahun 2000. Sampai saat ini Bea Cukai mengoperasikan sembilan unit Lurssen VSV 15.

Berdasarkan keterangan dari pihak Bea Cukai, kapal ini sangat efektif digunakan pada perairan Kepulauan Riau (Kepri). Beberapa kali aksi penyelundupan dapat digagalkan dengan mengerahkan Lurssen VSV 15. (Gilang Perdana)

http://www.indomiliter.com/lurssen-vsv-15-kapal-interceptor-dengan-kecepatan-maksimum-50-knot/