Tampilkan postingan dengan label Berita Militer Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Militer Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2016

Ukraina Kirim BTR-4M terbaru Batch 1 untuk Korps Marinir


Perusahaan Pertahanan Ukraina telah mengirim batch pertama dari kendaraan lapis baja beroda BTR-4M terbaru untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Kapal Texel dengan kendaraan lapis baja beroda BTR-4M Ukraina ditemukan oleh Yoruk Isik selama transit di Bosphorus. Sebelumnya (Ukroboronprom) memenangkan tawaran dari Kementerian Pertahanan Indonesia untuk kendaraan lapis baja roda.

Ukraina Kirim Gelombang Pertama BTR-4M untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut (2)
Kebutuhan total Indonesia untuk kendaraan lapis baja beroda adalah sebanyak 55 unit. Kendaraan lapis baja bagi Marinir TNI Angkatan Laut itu akan menggantikan BTR-50 yang telah mengalami penuaan.

Versi baru dari BTR-4M menggunakan mesin Deutz dan menerima paket upgrade yang memberikan kemampuan sepenuhnya amfibi. Kendaraan amfibi lapis baja baru dapat berenang di laut dan bernegosiasi hambatan air pedalaman tanpa perubahan konfigurasi.

Ukraina Kirim Gelombang Pertama BTR-4M untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut (3)

Ukraina Kirim Gelombang Pertama BTR-4M untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut (3)
Delegasi Angkatan Laut Indonesia, bersama-sama dengan perwakilan dari Korps Marinir Indonesia telah berhasil menyelesaikan program uji tembak hidup untuk BTR-4M tempur infanteri kendaraan baru di Ukraina pada bulan Juni 2016.

Sumber: defence-blog.com

Kabupaten Ini Bakal Diperkuat dengan 32 Helikopter


Setelah dibangun sejak 2014 lalu, Skadron Helikopter 13 akhirnya diresmikan Panglima Kodam VI Mulawarman, Mayjen TNI Johny L Tobing, Kamis (25/8/2016).
Peresmian operasional Skadron Helikopter ini juga dihadiri jajaran TNI mulai dari Korem Aji Suryanatakesuma, Kodim Tanjung Redeb, Yon Armed, Kapolres Berau, Bupati dan Wakil Bupati Berau bersama jajarannya.
Dalam upacara peresmian tersebut, TNI juga menggelar 1 unit helikopeter Bell 412, Mi 17 dan pesawat Cassa 21.
Ditemui usai meresmikan Skadron Helikopter 13, Mayjen TNI Johny L Tobing mengatakan pembentukan satuan Skadron Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Pus Penerbad) ini merupakan bagian strategis Angkatan Darat sejak tahun 2010 sampai 2019.
“Jadi (pembentukan Skadron) ini telah melalui berbagai kajian yang matang, kami bentuk Skadron untuk menambah kekuatan militer untuk tujuan perang maupun mendukung operasi TNI lainnya, terutama di wilayah perbatasan,” ungkapnya.
Terpisah, Komandan Skadron Helikopeter 13, Letkol Slamet Riyadi mengatakan, untuk sementara ini hanya ada satu unit helikopter Bell 412 untuk mendukung logistik di Skadron 13.
Secara umum, satu skadron memiliki 32 unit helikopter dan akan dipenuhi secara bertahap.
“Penambahan helikopter ini akan dilakukan secara bertahap, tahun 2017 nanti juga akan ada pengadaan baru, jumlahnya juga masih belum diketahui, tergantung situasi karena Panglima TNI yang akan menentukan berapa kekuatan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Rencananya, ada tiga jenis helikopter yang beroperasi di skadron ini, diantaranya Bell 412, Fennec dan Bolco. (*)

Sumber :Tribunnews

TNI AL Berhasil Tangkap Kapal MT Vier Harmoni



TNI Angkatan Laut akhirnya berhasil menangkap Kapal Motor Tangker Vier Harmoni yang memuat 900 kiloliter solar di perairan Pulau Dato, Kalimantan Barat pada Rabu, 24 Agustus 2016.

Kapal tersebut ditangkap oleh Tim Western Fleet Quick Respons (WFQR) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjung Pinang, Komando Armada RI Kawasan Barat (Armabar) di bawah komando Laksma TNI Irawan.

"Setelah berhasil ditangkap, selanjutnya kapal tersebut diamankan dan dikawal menuju pelabuhan Tanjung Pinang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Diperkiran MT Vier Harmoni akan tiba Siang ini (25/08)," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto dalam siaran persnya, Kamis (25/8).

Menurut Edi, sejak adanya laporan kapal tanker milik PT VIERLINES itu dilarikan anak buah kapalnya ke Batam, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi memberikan instruksi untuk menindaklanjuti pencarian sesegera mungkin.

Kemudian, WFQR-4 Lantamal IV di bawah komando Danlantamal IV langsung bergerak melakukan pencarian terhadap keberadaan kapal tersebut dengan mengerahkan unsur kapal RI yang didukung helikopter BO 105 NV 409 dan pesawat intai maritim CN 235 P861.

"Perburuan yang dilakukan non stop siang malam oleh tim WFQR-4 tersebut, akhirnyan membuahkan hasil dengan ditemukannya keberadaan MT Vier Harmoni yang tengah berlayar di perairan Kalimantan Barat," katanya.

Kapal yang mengangkut solar bernilai 160 juta ringgit atau lebih dari Rp5 miliar itu hilang sejak Rabu, 17 Agustus 2016 setelah bertolak dari pelabuhan Tanjung Pelepas di pesisir timur Semenanjung Malaysia, Senin (15/8). Hilangnya kapal tersebut pertama kali dilaporkan The Malaysian Maritime Enforcement Agency.

Menurut Edi, kapal tersebut tidak dibajak tapi dilarikan oleh anak buahnya ke Batam karena masalah “manajemen internal perusahaan ”.  (rel)

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160825043100-20-153686/tni-al-berhasil-tangkap-kapal-mt-vier-harmoni/